Lupa Niat Puasa Ramadhan? Sah atau Tidak? Penjelasan Lengkap Madzhab Syafi’i dan Solusi Taklid Madzhab Maliki

Setiap Ramadhan selalu ada satu pertanyaan yang berulang: bagaimana jika seseorang lupa niat puasa pada malam hari? Ia bangun sahur, makan, minum, bahkan sudah menahan diri sejak subuh, namun ternyata ia tidak menghadirkan niat di antara maghrib hingga terbit fajar. Apakah puasanya tetap sah? Ataukah harus diqadha? Masalah ini bukan perkara ringan. Ia menyentuh sah […]
LENGKAP | KUMPULAN DOA PARA NABI DALAM AL-QUR’AN

1. Nabi Adam ‘Alaihissalam QS. Al-A’raf ayat 23: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” 2. Nabi Idris ‘Alaihissalam Al-Qur’an tidak merekam permohonan eksplisit Nabi Hud […]
Kultum Ramadhan – FOMO DAN QANA’AH

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي قَسَمَ الْأَرْزَاقَ بَيْنَ الْعِبَادِ بِحِكْمَةٍ وَتَدْبِيرٍ مُحْكَمٍ مَتِينٍ، وَفَضَّلَ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ مُبْتَلَوْنَ، وَجَعَلَ الدُّنْيَا مَمَرًّا لَا مَقَرًّا لِلْمُتَفَكِّرِينَ، وَجَعَلَ رَمَضَانَ مِيزَانًا لِقُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ، فِيهِ يَظْهَرُ صِدْقُ الشَّاكِرِينَ، وَفِيهِ يَنْكَشِفُ حَالُ الطَّامِعِينَ، وَفِيهِ يَرْتَفِعُ شَأْنُ الْقَانِعِينَ نَحْمَدُهُ حَمْدَ الْمُوقِنِينَ، وَنَشْكُرُهُ شُكْرَ […]
Kultum Ramadhan – Puasa di Era Digital Menjaga Diri dari Dosa Media Sosial

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَرَضَ الصِّيَامَ تَزْكِيَةً لِلنُّفُوسِ، وَتَطْهِيرًا لِلْقُلُوبِ، وَجَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مِدْرَسَةً لِضَبْطِ الشَّهَوَاتِ وَتَرْبِيَةِ الْإِرَادَاتِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى نِعْمَةِ الْإِسْلَامِ وَبُلُوغِ رَمَضَانَ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، أَمَرَنَا بِحِفْظِ الْجَوَارِحِ وَصِيَانَةِ الْأَلْسِنَةِ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، […]
Ketika Ilmu Menjadi Musibah

Dalam persepsi umum, ilmu selalu dipandang sebagai jalan keselamatan. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin dianggap dekat dengan kebenaran. Namun ulama klasik justru mengajukan peringatan keras yang jarang disampaikan: ilmu bisa berubah menjadi musibah jika tidak diarahkan dengan benar. Bahkan, sebagian ulama menyebut bahwa ilmu adalah ujian paling berat, karena ia memberi rasa aman palsu kepada […]
Ilmu untuk Diamalkan atau Dipamerkan?

Tidak sedikit santri yang tekun belajar, rajin hadir di majelis, dan aktif berdiskusi, tetapi perlahan terjebak pada orientasi yang keliru: ilmu dijadikan alat pengakuan sosial. Fenomena ini bukan hal baru. Ulama klasik telah lama memperingatkan bahwa ilmu yang kehilangan niat akan berubah dari cahaya menjadi cobaan. Pertanyaan mendasarnya adalah: apakah ilmu dituntut untuk mendekatkan diri […]
Mengapa Santri Dilarang Membantah Guru? Telaah Adab Ilmu dalam Kitab Klasik Pesantren

Larangan santri membantah guru kerap disalahartikan sebagai bentuk pembungkaman nalar kritis. Dalam perspektif modern, sikap ini bahkan dianggap bertentangan dengan kebebasan berpikir. Namun, jika ditelaah melalui khazanah kitab klasik pesantren, larangan tersebut sama sekali bukan anti-intelektual, melainkan bagian dari adab ilmu yang memiliki landasan epistemologis dan spiritual yang kuat. Ulama klasik tidak melarang berpikir, tetapi […]
Peran Asatidz dalam Membentuk Karakter dan Arah Intelektual Santri

Dalam tradisi pendidikan pesantren, peran asatidz tidak pernah dipahami sebatas pengajar materi pelajaran. Asatidz adalah figur sentral dalam proses internalisasi nilai, pembentukan karakter, dan pengarahan intelektual santri. Pendidikan pesantren bertumpu pada relasi keteladanan yang hidup, bukan sekadar transmisi pengetahuan secara verbal. Sebagaimana Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan adalah tahdzib […]