Kultum Ramadhan – FOMO DAN QANA’AH

Kultum Ramadhan FOMO dan Qanaah dalam Islam”
Bagikan

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي قَسَمَ الْأَرْزَاقَ بَيْنَ الْعِبَادِ بِحِكْمَةٍ وَتَدْبِيرٍ مُحْكَمٍ مَتِينٍ، وَفَضَّلَ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ مُبْتَلَوْنَ، وَجَعَلَ الدُّنْيَا مَمَرًّا لَا مَقَرًّا لِلْمُتَفَكِّرِينَ، وَجَعَلَ رَمَضَانَ مِيزَانًا لِقُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ، فِيهِ يَظْهَرُ صِدْقُ الشَّاكِرِينَ، وَفِيهِ يَنْكَشِفُ حَالُ الطَّامِعِينَ، وَفِيهِ يَرْتَفِعُ شَأْنُ الْقَانِعِينَ

نَحْمَدُهُ حَمْدَ الْمُوقِنِينَ، وَنَشْكُرُهُ شُكْرَ الصَّابِرِينَ، وَنَسْتَعِينُهُ اسْتِعَانَةَ الْمُخْلِصِينَ، وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ تَوَكُّلَ الْمُفَوِّضِينَ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ، الْغَنِيُّ عَنِ الْخَلْقِ أَجْمَعِينَ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ الْقَانِعِينَ، وَإِمَامُ الزَّاهِدِينَ، وَقُدْوَةُ الشَّاكِرِينَ . أَمَّا بَعْدُ

Hadirin rahimakumullāh,

Kita hidup di zaman yang serba cepat. Setiap hari kita melihat postingan orang lain, ada yang beli mobil baru, ada yang umrah lagi, ada yang buka usaha baru, ada yang liburan ke luar negeri.

Tanpa sadar, muncul satu penyakit hati modern yaitu “FOMO” atau Fear Of Missing Out. Takut ketinggalan. Takut tidak update. Takut tidak terlihat berhasil.

Padahal Ramadhan datang untuk mengajarkan qana’ah atau merasa cukup.

Allah Ta’ala berfirman:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (سورة التكاثر: ١)

Artinya:
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.”

Ayat ini turun bukan karena orang dulu punya Instagram. Tapi karena manusia sejak dulu punya kecenderungan membandingkan diri.

Hari ini bentuknya berbeda. Dulu mungkin membandingkan kebun. Sekarang membandingkan followers.

Hadirin sekalian,

Puasa adalah latihan qana’ah. Saat kita lapar, kita sadar bahwa hidup tidak butuh banyak. Cukup sebutir kurma dan segelas air sudah terasa nikmat luar biasa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلٰكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ (رواه البخاري ومسلم)

Artinya:
“Kekayaan bukanlah karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.”

Di era FOMO, orang merasa miskin bukan karena tidak punya, tapi karena melihat orang lain punya lebih.

Padahal bisa jadi yang kita lihat hanyalah highlight, bukan realita.

Kadang kita melihat orang posting senyum. Kita tidak melihat cicilannya 😄

Hadirin rahimakumullāh,

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ (سورة طه: ١٣١)

Artinya:
“Dan janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada apa yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka.”

Ayat ini sangat relevan dengan zaman media sosial. Jangan terlalu lama memandang apa yang orang lain miliki.

Imam Ibnu القيم رحمه الله berkata:

مَنْ تَعَلَّقَ قَلْبُهُ بِالدُّنْيَا تَعِبَ فِيهَا

Artinya:
“Barang siapa hatinya bergantung pada dunia, maka ia akan lelah di dalamnya.”

FOMO membuat kita lelah. Selalu merasa kurang. Selalu merasa tertinggal. dan Ramadhan datang untuk menenangkan hati.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Puasa mengajarkan empati. Saat lapar, kita ingat orang miskin. Saat haus, kita ingat yang kekurangan air. Itulah pendidikan spiritual Ramadhan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

انْظُرُوا إِلَىٰ مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَىٰ مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ (رواه مسلم)

Artinya:
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia), dan jangan melihat kepada yang di atas kalian.”

Kalau urusan akhirat, lihat yang lebih baik. Tapi urusan dunia, lihat yang lebih sederhana agar hati kita tenang.

Ramadhan mengajarkan bahwa kebahagiaan bukan pada banyaknya menu berbuka, tapi pada keberkahan makanan itu sendiri.

Kadang yang paling tenang justru yang paling sederhana.

Hadirin sekalian,

Qana’ah bukan berarti malas. Qana’ah bukan berarti tidak berusaha. Qana’ah adalah ridha terhadap hasil setelah usaha maksimal.

Imam Ali رضي الله عنه pernah berkata:

الْقَنَاعَةُ مَالٌ لَا يَنْفَدُ

Artinya:
“Qana’ah adalah harta yang tidak akan habis.”

Kalau hati kita qana’ah, kita tidak mudah iri. Tidak mudah stres. Tidak mudah merasa tertinggal.

Ramadhan adalah momen reset hati. Oleh karena itu :

Kurangi membandingkan.
Kurangi mengejar validasi.
Perbanyak syukur.

Karena syukur menenangkan jiwa.

Allah berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ (سورة إبراهيم: ٧)

Artinya:
“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku tambahkan nikmat kepada kalian.”

Hadirin yang berbahagia,

Mari jadikan Ramadhan sebagai latihan mental melawan FOMO. Belajar cukup. Belajar bersyukur. Belajar menikmati yang ada.

Karena pada akhirnya, yang membuat kita bahagia bukan apa yang kita miliki, tetapi bagaimana hati kita memaknai.

Semoga Allah menanamkan qana’ah dalam hati kita dan menjadikan Ramadhan sebagai awal ketenangan hidup kita.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامَنَا صِيَامًا يَحْفَظُ الْجَوَارِحَ عَنِ الْمَعَاصِي، وَيُزَكِّي النُّفُوسَ، وَيُصْلِحُ الْقُلُوبَ، وَيَهْدِينَا سَوَاءَ السَّبِيلِ.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pengumuman Resmi

Artikel Terbaru

Artikel Terkait

Kategori

Profil Singkat PPM Al-Azkiya

PPM Al-Azkiya terletak di Parit Sulsel Ds. Pengalihan Kec. Keritang Kab. Indragiri Hilir Prov. Riau

PPM Al-Azkiya merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan berjenjang RA (Raudhatul Athfal)  hingga MA (Madrasah Aliyah), dengan sistem pembinaan terpadu yang menekankan keseimbangan antara keilmuan, akhlak, dan kepemimpinan santri.

Al-Azkiya memiliki program unggulan Tahfidz Al-Qur’an, Takhossus (pendalaman Kitab Kuning), serta pembinaan karakter melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, Muhadhoroh (latihan ceramah), ilmu kemasyarakatan, Drumband, dan kegiatan pengembangan minat bakat lainnya.

Apa Kata Alumni Tentang Azkiya ?

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar kegiatan dan pendidikan di Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya? Silakan jelajahi artikel lainnya atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Pengumuman Resmi

Artikel Terbaru

Artikel Terkait

Kategori

Profil Singkat PPM Al-Azkiya

PPM Al-Azkiya terletak di Parit Sulsel Ds. Pengalihan Kec. Keritang Kab. Indragiri Hilir Prov. Riau

PPM Al-Azkiya merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan berjenjang RA (Raudhatul Athfal)  hingga MA (Madrasah Aliyah), dengan sistem pembinaan terpadu yang menekankan keseimbangan antara keilmuan, akhlak, dan kepemimpinan santri.

Al-Azkiya memiliki program unggulan Tahfidz Al-Qur’an, Takhossus (pendalaman Kitab Kuning), serta pembinaan karakter melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, Muhadhoroh (latihan ceramah), ilmu kemasyarakatan, Drumband, dan kegiatan pengembangan minat bakat lainnya.