Demokrasi Santri sebagai Pilar Kepemimpinan Organisasi
Pemilihan Ketua Organisasi Pelajar Pondok Modern Al-Azkiya (OPPMA) masa khidmah 2026–2027 telah dilaksanakan dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pendidikan kepemimpinan santri, sekaligus implementasi nilai demokrasi, musyawarah, dan tanggung jawab kolektif dalam kehidupan pesantren.
Pemilihan OPPMA tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, melainkan juga sarana pembelajaran praktis bagi santri dalam memahami etika berorganisasi, kedewasaan berpendapat, serta kesiapan memimpin dan dipimpin.
Hasil Resmi Pemilihan Ketua OPPMA 2026–2027
Berdasarkan hasil penghitungan suara yang dilakukan secara transparan dan disaksikan oleh panitia serta perwakilan santri, ditetapkan pasangan calon terpilih sebagai berikut:
🔹 OPPMA Putra
Haekal Febriandika – Syarfisal
sebagai Ketua & Wakil Ketua OPPMA Putra
Masa Khidmah 2026–2027
🔹 OPPMA Putri
Tasya Nur Rahmah – Zahra Tusifa
sebagai Ketua & Wakil Ketua OPPMA Putri
Masa Khidmah 2026–2027
Penetapan ini merupakan hasil dari kepercayaan mayoritas santri, yang menilai visi, program kerja, serta kesiapan kepemimpinan para kandidat dalam mengemban amanah organisasi.
Makna Strategis OPPMA dalam Pendidikan Kepesantrenan
OPPMA memiliki peran strategis sebagai laboratorium kepemimpinan santri, tempat lahirnya karakter organisatoris yang berlandaskan nilai keislaman, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial. Melalui OPPMA, santri dilatih untuk:
-
Mengelola organisasi secara sistematis dan beretika
-
Menjalankan program kerja berbasis kemaslahatan bersama
-
Mengasah kemampuan komunikasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan
-
Menanamkan nilai amanah, loyalitas, dan keteladanan
Kepemimpinan OPPMA diharapkan menjadi perpanjangan nilai-nilai kepesantrenan dalam kehidupan santri sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas.
Harapan dan Amanah Kepemimpinan Baru
Terpilihnya pasangan Haekal Febriandika – Syarfisal serta Tasya Nur Rahmah – Zahra Tusifa diharapkan mampu membawa OPPMA menuju organisasi yang lebih progresif, tertib, dan berorientasi pada pembinaan karakter santri.
Kepemimpinan baru ini diharapkan:
-
Menjadi teladan dalam adab, disiplin, dan akhlak
-
Menguatkan sinergi antarbidang dan antaranggota
-
Menjadikan OPPMA sebagai organisasi yang aktif, solutif, dan berintegritas
Amanah kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral dan spiritual yang akan dipertanggungjawabkan, baik secara organisatoris maupun di hadapan Allah SWT.
Penutup
Keluarga besar PPM Al-Azkiya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh ketua dan wakil ketua OPPMA terpilih masa khidmah 2026–2027. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, keistiqamahan, serta kebijaksanaan dalam menjalankan amanah.
“Kepemimpinan yang baik bukan tentang kekuasaan, tetapi tentang pelayanan, keteladanan, dan tanggung jawab.”















