ppmazkiya.com - Indragiri Hilir, Riau
Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Azkiya menyelenggarakan Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ dengan penuh khidmat dan antusiasme jamaah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran spiritual, kedisiplinan ibadah, serta nilai keteladanan bagi santri dan masyarakat.
Isra Mi’raj tidak sekadar dipahami sebagai peristiwa historis perjalanan Rasulullah ﷺ, melainkan sebagai titik sentral peneguhan kewajiban shalat serta pembinaan karakter umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Pembukaan Acara dan Nuansa Komunikatif
Acara dipandu oleh Ust. Cepi Sirema (Kang Uce) selaku MC, yang dikenal dengan ciri khas pantun-pantun edukatif dan komunikatif. Gaya pembawaan yang santun, ringan, dan berwibawa berhasil menciptakan suasana yang hidup tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
Pendekatan komunikatif ini menunjukkan bahwa dakwah dapat disampaikan secara inklusif, menyenangkan, dan tetap bernilai ilmiah, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan lebih luas.
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Suasana semakin khusyuk dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Ishmah Amrani, santriwati kelas X (10) PPM Al-Azkiya. Lantunan ayat Al-Qur’an menjadi pengantar spiritual yang menenangkan, sekaligus penegasan bahwa seluruh rangkaian acara berlandaskan pada nilai wahyu Ilahi.
Sambutan dan Sinergi Kelembagaan
Kegiatan ini diisi dengan sambutan dari berbagai unsur kepemimpinan sebagai bentuk sinergi antara pesantren dan masyarakat:
-
H. Moh. Arfah, SE selaku Ketua Yayasan, menegaskan bahwa kegiatan Isra Mi’raj merupakan bagian dari strategi pembinaan karakter santri agar memiliki kesadaran ibadah, tanggung jawab moral, dan adab dalam kehidupan sosial.
-
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Firman, SE, sebagai perwakilan dari Kepala Desa Bapak Usman, S.Ag yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi atas peran pesantren sebagai mitra strategis masyarakat dalam pembinaan moral dan pendidikan generasi muda.
Tabligh Akbar: Ragam Pendekatan Dakwah yang Edukatif
1. Ust. Nur Ali, S.Pd., M.Pd
(Dewan Asatidz PPM Al-Azkiya)
Ceramah pembuka disampaikan oleh Ust. Nur Ali, S.Pd., M.Pd, dengan gaya khas yang humoris namun sarat makna. Pendekatan ini mampu mencairkan suasana sekaligus menyampaikan pesan keislaman secara efektif, khususnya kepada santri.
Melalui humor yang terukur, beliau menegaskan bahwa dakwah tidak harus kaku, namun tetap harus berorientasi pada perubahan sikap dan peningkatan kualitas ibadah.
2. Penceramah Cilik
(Santriwati Kelas VI MI)
Keistimewaan acara semakin terasa dengan tampilnya santriwati cilik kelas VI MI, yang menyampaikan ceramah singkat penuh kepolosan dan ketulusan. Kehadiran penceramah cilik ini menjadi simbol keberhasilan pendidikan pesantren dalam menanamkan keberanian, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap dakwah sejak usia dini.
3. KH. Abdul Kadir, Lc., M.Ag
(Pimpinan Umum Ponpes Darul Musthofa)
Dalam ceramahnya, KH. Abdul Kadir, Lc., M.Ag menyoroti persoalan sifat munafik yang sering tidak disadari dalam kehidupan umat Islam. Beliau menekankan pentingnya menghidupkan shalat berjamaah secara istiqamah, bahkan menganjurkan shalat berjamaah selama 40 hari berturut-turut tanpa terputus sebagai bentuk terapi spiritual.
Beliau menukil dalil Rasulullah ﷺ:
مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى، كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاق
(HR. Tirmidzi)
Artinya:
“Barang siapa shalat berjamaah karena Allah selama empat puluh hari dengan mendapatkan takbir pertama, maka dicatat baginya dua kebebasan: bebas dari neraka dan bebas dari sifat munafik.”
Pesan ini menjadi pengingat kuat bahwa istiqamah dalam shalat berjamaah bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga pembersih hati dan karakter.
4. Kiai Endang Kurnia, S.Ag., M.Sy
(Pimpinan Ponpes Khairul Ummah 4)
Kiai Endang Kurnia, S.Ag., M.Sy menyampaikan tausiyah yang menitikberatkan pada nasihat dan motivasi bagi santri serta wali santri. Beliau banyak menukil maqolah para ulama, menekankan pentingnya adab sebelum ilmu, kesabaran dalam menuntut ilmu, serta keikhlasan dalam mendidik dan dididik.
Beberapa pesan utama beliau antara lain:
-
Ilmu tanpa adab akan kehilangan keberkahan
-
Orang tua adalah mitra utama pesantren dalam mendidik anak
-
Kesuksesan santri tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari akhlak dan ketaatan ibadah
5. KH. M. Ridwan, Lc
(Penutup Ceramah dan Doa)
Sebagai penutup, KH. M. Ridwan, Lc menyampaikan ceramah singkat namun sangat menyentuh. Beliau menegaskan bahwa shalat adalah kewajiban mutlak, dan tidak ada rukhshah (keringanan) untuk meninggalkannya dalam kondisi apa pun.
Beliau mengisahkan seorang alumni santri PPM Al-Azkiya yang kini menempuh pendidikan di Al-Azhar, Kairo, Mesir. Saat menjenguk ayahnya yang menderita penyakit kusta, hal pertama yang ia tanyakan bukan kondisi sakitnya, melainkan apakah ayahnya sudah melaksanakan shalat. Ia kemudian mentayamumkan ayahnya dan mengimami shalat, hingga sang ayah menangis haru.
Kisah ini disampaikan dengan penuh emosi hingga KH. M. Ridwan sendiri tak kuasa menahan air mata, menggambarkan betapa shalat adalah bentuk cinta terdalam antara hamba dan Allah, sekaligus bukti keberhasilan pendidikan akhlak pesantren.
Acara ditutup dengan doa bersama yang beliau pimpin, memohon keberkahan dan keistiqamahan dalam menjalankan kewajiban shalat.
Pembagian Doorprize: Mempererat Kebersamaan Jamaah
Sebagai bentuk apresiasi dan upaya mempererat kebersamaan, rangkaian kegiatan Isra Mi’raj ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize. Keunikan pembagian doorprize terletak pada mekanisme pengundian, di mana setiap penceramah dan tokoh yang tampil diberi kesempatan mengambil nomor undian secara langsung di hadapan jamaah.
Mekanisme ini menghadirkan suasana yang lebih interaktif dan hangat, tanpa mengurangi kekhidmatan acara keagamaan.
Beragam hadiah dibagikan kepada jamaah, antara lain:
-
Peralatan rumah tangga seperti kompor gas dan rice cooker
-
Perlengkapan elektronik seperti kipas angin
-
Hadiah menarik lainnya
Penerima doorprize berasal dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat umum, santri, hingga majelis guru, sehingga kebahagiaan dan kebersamaan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh peserta kegiatan.
Kehadiran doorprize tidak dimaksudkan sebagai tujuan utama acara, melainkan sebagai media kebersamaan dan penghargaan atas partisipasi jamaah, sekaligus menciptakan suasana yang lebih hidup dan inklusif.
Penutup
Pelaksanaan Tabligh Akbar Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ di PPM Al-Azkiya menjadi bukti komitmen pesantren dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang edukatif, reflektif, dan transformatif. Diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran ibadah, kedalaman spiritual, dan keteladanan akhlak bagi seluruh santri dan jamaah.




