Kunjungan dan silaturahmi Gus Wafi ke Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Azkiya menjadi momentum intelektual dan spiritual yang bernilai tinggi bagi seluruh civitas pesantren. Kegiatan yang dikemas dalam format NGOPI (Ngobrol Pintar) ini diikuti oleh majelis guru serta seluruh santri MTs dan MA, berlangsung dalam suasana dialogis, hangat, dan penuh refleksi.
NGOPI bukan sekadar forum diskusi ringan, melainkan ruang pertukaran gagasan yang mendorong santri untuk berpikir kritis, reflektif, dan berorientasi masa depan. Dalam kesempatan tersebut, Gus Wafi menyampaikan pandangan keislaman, kepesantrenan, serta nilai-nilai pembentukan karakter santri yang relevan dengan tantangan zaman.
Dari rangkaian dialog dan pemaparan yang disampaikan, terdapat tiga pelajaran fundamental yang dapat dipetik dan menjadi bekal penting bagi santri dalam proses pendidikan dan pembentukan jati diri.
1. Pembiasaan sebagai Fondasi Masa Depan
Gus Wafi menekankan bahwa pembiasaan di pesantren adalah cermin masa depan santri. Apa yang dilakukan secara berulang—baik dalam disiplin ibadah, adab, belajar, maupun tanggung jawab—akan membentuk karakter dan pola hidup di kemudian hari.
Pesantren tidak hanya mendidik melalui teori, tetapi melalui lingkungan yang mendidik (educational environment). Oleh karena itu, pembiasaan positif di pondok merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan ketika santri terjun ke masyarakat.
2. Kesuksesan Tidak Pernah Gratis
Dalam NGOPI tersebut, Gus Wafi juga menegaskan bahwa tidak ada kesuksesan yang diraih secara instan dan tanpa biaya. Setiap capaian membutuhkan usaha serius, pengorbanan waktu, kesabaran, serta modal intelektual dan spiritual.
Pesan ini menjadi penguatan bagi santri agar tidak terjebak pada pola pikir instan, melainkan memiliki etos kerja, daya juang, dan ketahanan mental. Pendidikan pesantren sejatinya menyiapkan santri untuk memahami proses, bukan sekadar hasil.
3. Takzim kepada Guru sebagai Kunci Keberkahan Ilmu
Nilai ketiga yang menjadi penekanan utama adalah takzim kepada guru. Gus Wafi menegaskan bahwa keberkahan ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh ketaatan, adab, dan penghormatan kepada guru.
Dalam tradisi keilmuan Islam, hubungan santri dan guru merupakan fondasi transmisi ilmu yang sahih. Taat terhadap arahan guru, menjaga adab, dan menghormati nasihat merupakan kunci agar ilmu yang dipelajari memberi manfaat luas, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Kegiatan NGOPI (Ngobrol Pintar) bersama Gus Wafi ini menjadi penguatan visi pendidikan PPM Al-Azkiya sebagai pesantren yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, etos perjuangan, dan adab keilmuan.
Sebagai penutup, Gus Wafi juga menyampaikan ajakan khusus kepada para orang tua dan calon santri untuk menimba ilmu dan membina masa depan melalui pendidikan pesantren di PPM Al-Azkiya.
Simak video ajakan Gus Wafi untuk mondok di PPM Al-Azkiya pada tayangan di bawah ini.






