Suasana Masjid Nurul Iman Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya pada hari Selasa, Tanggal 20 Janauri 2026 terasa berbeda. Hening, khusyuk, dan sarat makna. Di tempat yang selama ini menjadi pusat ibadah, pembinaan ruhani, dan penguatan nilai keislaman, Seorang bernama Leonardo Sigalingging, asal Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, mengucapkan dua kalimat syahadat, menandai awal perjalanan barunya dalam Islam.
Prosesi syahadat tersebut dilaksanakan dengan penuh ketenangan dan keharuan, serta dibimbing langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya KH. M. Ridwan, Lc. Dengan lafaz yang perlahan namun mantap, muallaf tersebut mengikuti tuntunan syahadat, disaksikan oleh civitas pesantren yang hadir sebagai saksi atas lahirnya sebuah iman baru.
Syahadat sebagai Titik Awal Kehidupan Baru
Syahadat bukan sekadar rangkaian lafaz, melainkan pernyataan iman, pengakuan kebenaran, dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Dalam prosesi tersebut, terasa jelas bahwa hidayah tidak mengenal latar belakang, batas usia, maupun perjalanan masa lalu. Ia datang sebagai anugerah ilahi bagi siapa pun yang dikehendaki-Nya.
Bimbingan yang diberikan oleh Pimpinan Pondok tidak hanya bersifat formal, tetapi juga sarat dengan pendekatan spiritual, ketenangan, dan kasih sayang. Hal ini mencerminkan nilai dakwah pesantren yang mengedepankan hikmah, keteladanan, dan kemanusiaan.
Masjid Nurul Iman sebagai Saksi Sejarah Iman
Masjid Nurul Iman kembali menjadi saksi bahwa pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuhnya hidayah. Di dalamnya, lantunan doa mengiringi prosesi syahadat, sementara rasa haru menyelimuti para saksi yang hadir. Momen ini menjadi pengingat bahwa setiap jiwa memiliki jalan menuju cahaya, dan pesantren hadir sebagai wasilahnya.
Komitmen Pembinaan Muallaf
PPM Al-Azkiya tidak hanya mengantarkan seseorang pada pintu Islam, tetapi juga berkomitmen untuk mendampingi proses pembinaan keislaman muallaf secara berkelanjutan. Pembinaan akidah, ibadah, dan pemahaman dasar Islam akan menjadi bagian dari proses pendampingan, agar iman yang tumbuh dapat mengakar kuat dan berbuah dalam kehidupan.
Penutup
Keluarga besar Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya bersyukur atas karunia Allah SWT yang telah memberikan hidayah kepada salah satu hamba-Nya. Semoga langkah awal ini menjadi awal kehidupan yang penuh keberkahan, keteguhan iman, dan ketenangan hati.
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memberikan kepahaman dalam agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang luasnya rahmat Allah SWT dan tugas dakwah yang harus senantiasa dihidupkan dengan keikhlasan.







