LENGKAP | KUMPULAN DOA PARA NABI DALAM AL-QUR’AN

Do'a Para Nabi dalam Al-Qur'an
Bagikan

1. Nabi Adam ‘Alaihissalam

QS. Al-A’raf ayat 23:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

2. Nabi Idris ‘Alaihissalam

Al-Qur’an tidak merekam permohonan eksplisit Nabi Hud dalam bentuk “Rabbi ighfir li” atau sejenisnya. Namun terdapat pernyataan tawakal beliau yang sangat kuat ketika menghadapi ancaman kaumnya.

3. Nabi Nuh ‘Alaihissalam

QS. Al-Mu’minun: 26

رَبِّ انصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ

“Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka telah mendustakanku.”

QS. Al-Qamar: 10

رَبِّ إِنِّي مَغْلُوبٌ فَانتَصِرْ

“Ya Tuhanku, sungguh aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”

QS. Nuh: 28

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

“Ya Tuhanku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang yang masuk ke rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kebinasaan.”

4. Nabi Hud ‘Alaihissalam

Al-Qur’an tidak merekam permohonan eksplisit Nabi Hud dalam bentuk “Rabbi ighfir li” atau sejenisnya. Namun terdapat pernyataan tawakal beliau yang sangat kuat ketika menghadapi ancaman kaumnya.

QS. Hud: 56

إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ ۚ مَا مِن دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

“Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) melainkan Dia yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di jalan yang lurus.”

5. Nabi Shalih ‘Alaihissalam

Dalam kisah Nabi Shalih, Al-Qur’an mencatat dialog dan peringatan kepada kaumnya. Namun tidak terdapat doa permohonan langsung beliau yang dikutip secara eksplisit dalam teks Al-Qur’an.

Karena itu, secara tekstual, tidak ada doa Nabi Shalih yang direkam dalam bentuk munajat langsung.

6. Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam

QS. Ibrahim: 35

رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.”

QS. Ibrahim: 36

رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ ۖ فَمَن تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia. Maka barang siapa mengikutiku, maka sesungguhnya ia termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS. Ibrahim: 37

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”

QS. Ibrahim: 40

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

QS. Ibrahim: 41

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

“Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan semua orang yang beriman pada hari dilaksanakan perhitungan.”

QS. Al-Baqarah: 127

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

QS. Al-Baqarah: 128

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu dan dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

QS. Al-Baqarah: 129

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Ya Tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah, serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

QS. Al-Baqarah: 126

رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.”

QS. Asy-Syu‘ara: 83–89

رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ وَاجْعَلْنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan. Dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (Yaitu) pada hari harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

7. Doa Nabi Luth ‘Alaihissalam

Ketika menghadapi kerusakan kaumnya dan ancaman terhadap dirinya, Nabi Luth bermunajat kepada Allah.

QS. Asy-Syu‘ara: 169

رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ

“Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.”

QS. Al-‘Ankabut: 30

رَبِّ انصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ

“Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.”

8. Nabi Syu‘aib ‘Alaihissalam

QS. Al-A‘raf: 89

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

“Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang terbaik.”

9. Doa Nabi Ismail ‘Alaihissalam

Tidak ada doa pribadi Nabi Ismail yang berdiri sendiri, namun beliau ikut dalam doa bersama Nabi Ibrahim saat membangun Ka’bah:

QS. Al-Baqarah: 127–128

(Doa bersama Ibrahim – sudah disebut di bagian sebelumnya)

Karena teksnya berbentuk “رَبَّنَا”, dan konteksnya adalah Ibrahim dan Ismail, maka Ismail termasuk yang berdoa dalam ayat tersebut.

10. Doa Nabi Ishaq ‘Alaihissalam

Al-Qur’an tidak merekam doa langsung Nabi Ishaq dalam bentuk munajat eksplisit.

11. Doa Nabi Ya‘qub ‘Alaihissalam

Doa Nabi Ya‘qub muncul ketika beliau diliputi kesedihan atas kehilangan Nabi Yusuf.

QS. Yusuf: 86

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

“Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.”

Ini bukan permintaan, tetapi munajat pengaduan langsung kepada Allah.

12. Doa Nabi Yusuf ‘Alaihissalam

Nabi Yusuf memiliki beberapa doa yang jelas terekam.

QS. Yusuf: 33

رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ الْجَاهِلِينَ

“Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Jika Engkau tidak hindarkan dariku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung kepada mereka dan termasuk orang-orang yang bodoh.”

QS. Yusuf: 101

رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian tafsir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.”

13. Doa Nabi Musa ‘Alaihissalam

Nabi Musa termasuk Nabi yang paling banyak doanya disebutkan.

QS. Al-Qashash: 16

رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.”

QS. Al-Qashash: 24

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

QS. Thaha: 25–28

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.”

QS. Al-A‘raf: 151

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

QS. Al-A‘raf: 155

رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُم مِّن قَبْلُ وَإِيَّايَ ۖ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا ۖ إِنْ هِيَ إِلَّا فِتْنَتُكَ ۖ تُضِلُّ بِهَا مَن تَشَاءُ وَتَهْدِي مَن تَشَاءُ ۖ أَنتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ

“Ya Tuhanku, jika Engkau menghendaki, tentu Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? … Maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, dan Engkau adalah sebaik-baik Pemberi ampun. Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat.”

14. Nabi Harun ‘Alaihissalam

Dalam Al-Qur’an, tidak ada doa yang diucapkan Nabi Harun secara mandiri dan dikutip secara langsung.

Namun beliau termasuk dalam doa Nabi Musa:

QS. Al-A‘raf: 151

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”

15. Nabi Dawud ‘Alaihissalam

Ada satu doa yang jelas direkam ketika beliau menyadari kekhilafan dalam memutuskan perkara.

QS. Shad: 24

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا

Namun ayat lengkapnya menyebut:

فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ

“Maka dia memohon ampun kepada Tuhannya lalu dia menyungkur sujud dan bertobat.”

Keterangan:
Al-Qur’an menyebut beliau memohon ampun, tetapi tidak mengutip redaksi doa beliau secara lengkap seperti pada Nabi Adam atau Musa.
➡ Tidak ada teks doa Dawud yang dikutip secara eksplisit dalam bentuk kalimat doa.

16. Nabi Sulaiman ‘Alaihisalam

QS. An-Naml: 19

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

QS. Shad: 35

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنبَغِي لِأَحَدٍ مِّن بَعْدِي ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

17. Nabi Ayyub ‘Alaihissalam

QS. Al-Anbiya: 83

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

18. Nabi Yunus ‘Alaihissalam

QS. Al-Anbiya: 87

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

19. Nabi Zakariya ‘Alaihissalam

QS. Ali ‘Imran: 38

رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

QS. Maryam: 4–6

رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُن بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِن وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

“Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sungguh aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, sedangkan istriku seorang yang mandul, maka anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang akan mewarisiku dan mewarisi sebagian keluarga Ya‘qub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.”

QS. Al-Anbiya: 89

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

“Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris yang paling baik.”

20. Nabi Yahya ‘Alaihissalam

Nama beliau disebut dalam Al-Qur’an, namun:

Tidak ada doa Nabi Yahya yang direkam secara eksplisit dalam Al-Qur’an.

21. Nabi Isa ‘Alaihissalam

QS. Al-Ma’idah: 114

اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِّنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Ya Allah, Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit yang akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami sekarang dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu; berilah kami rezeki, dan Engkaulah Pemberi rezeki yang paling baik.”

22. Nabi Ilyas ‘Alaihissalam

Nama beliau disebut dalam QS. Ash-Shaffat: 123–132.

Tidak ada doa Nabi Ilyas yang dikutip secara langsung dalam Al-Qur’an.

23. Nabi Ilyasa‘ ‘Alaihissalam

Disebut dalam QS. Al-An‘am: 86 dan QS. Shad: 48.

Tidak ada doa beliau yang direkam dalam Al-Qur’an.

24. Nabi Dzulkifli ‘Alaihissalam

Disebut dalam QS. Al-Anbiya: 85 dan QS. Shad: 48.

Tidak ada doa beliau yang direkam dalam Al-Qur’an.

25. Nabi Muhammad ﷺ

QS. Al-Mu’minun: 118

وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

“Dan katakanlah (Muhammad), ‘Ya Tuhanku, berilah ampunan dan berilah rahmat, Engkau adalah Pemberi rahmat yang terbaik.’”

QS. Thaha: 114

وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Dan katakanlah (Muhammad), ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.’”

QS. Al-Mu’minun: 97–98

وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ

“Dan katakanlah (Muhammad), ‘Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada-Mu, ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekatiku.’”

QS. Al-Isra’: 80

وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا

“Dan katakanlah (Muhammad), ‘Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.’”

QS. Al-Anbiya’: 112

قُل رَّبِّ احْكُم بِالْحَقِّ ۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمَٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

“Katakanlah (Muhammad), ‘Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan benar. Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pengasih, kepada-Nyalah dimohonkan pertolongan atas apa yang kamu katakan.’”

Pengumuman Resmi

Artikel Terbaru

Artikel Terkait

Kategori

Profil Singkat PPM Al-Azkiya

PPM Al-Azkiya terletak di Parit Sulsel Ds. Pengalihan Kec. Keritang Kab. Indragiri Hilir Prov. Riau

PPM Al-Azkiya merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan berjenjang RA (Raudhatul Athfal)  hingga MA (Madrasah Aliyah), dengan sistem pembinaan terpadu yang menekankan keseimbangan antara keilmuan, akhlak, dan kepemimpinan santri.

Al-Azkiya memiliki program unggulan Tahfidz Al-Qur’an, Takhossus (pendalaman Kitab Kuning), serta pembinaan karakter melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, Muhadhoroh (latihan ceramah), ilmu kemasyarakatan, Drumband, dan kegiatan pengembangan minat bakat lainnya.

Apa Kata Alumni Tentang Azkiya ?

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar kegiatan dan pendidikan di Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya? Silakan jelajahi artikel lainnya atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Pengumuman Resmi

Artikel Terbaru

Artikel Terkait

Kategori

Profil Singkat PPM Al-Azkiya

PPM Al-Azkiya terletak di Parit Sulsel Ds. Pengalihan Kec. Keritang Kab. Indragiri Hilir Prov. Riau

PPM Al-Azkiya merupakan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan berjenjang RA (Raudhatul Athfal)  hingga MA (Madrasah Aliyah), dengan sistem pembinaan terpadu yang menekankan keseimbangan antara keilmuan, akhlak, dan kepemimpinan santri.

Al-Azkiya memiliki program unggulan Tahfidz Al-Qur’an, Takhossus (pendalaman Kitab Kuning), serta pembinaan karakter melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, Muhadhoroh (latihan ceramah), ilmu kemasyarakatan, Drumband, dan kegiatan pengembangan minat bakat lainnya.