Bacaan Bilal Sholat Idul Fitri Lengkap Arab, Latin & Artinya

kitab klasik
Bagikan

ppmazkiya.com - Indragiri Hilir, Riau

Dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri, terdapat satu peran penting yang sering kali kurang mendapat perhatian, yaitu bilal atau muraqqi. Berbeda dengan shalat fardu, pelaksanaan shalat ‘Id tidak diawali dengan azan maupun iqamah. Sebagai gantinya, bilal bertugas memberikan seruan khusus untuk mengondisikan jamaah sekaligus menandai dimulainya rangkaian ibadah.

Peran ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tata tertib syiar Islam yang memiliki dasar dalam literatur fikih klasik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap urutan bacaan dan pelafalan yang tepat menjadi hal yang sangat penting.


Seruan Awal Sebelum Shalat Id

Seruan yang paling dikenal dan menjadi penanda utama dimulainya shalat ‘Id adalah:

الصَّلَاةُ جَامِعَةٌ

Latin:
Aṣ-ṣalātu jāmi‘ah

Artinya:
“Marilah melaksanakan shalat berjamaah.”

Kalimat ini diucapkan dengan suara lantang agar jamaah bersiap mengikuti shalat Idul Fitri secara tertib.


Bacaan Bilal Menjelang Shalat

Sebelum imam memulai shalat, bilal biasanya mengawali dengan takbir dan seruan berikut:

اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ
اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

صَلُّوا سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللّٰهُ (٢×)
الصَّلَاةُ جَامِعَةٌ

Latin:
Allāhu akbar (6x), lā ilāha illallāh wallāhu akbar,
Allāhu akbar walillāhil ḥamd.
Ṣallū sunnatan li ‘īdil fiṭri rak‘ataini jāmi‘atan raḥimakumullāh (2x),
Aṣ-ṣalātu jāmi‘ah.


Seruan Bilal Menjelang Khutbah

Setelah shalat selesai, bilal kembali mengambil peran untuk mengarahkan jamaah agar menyimak khutbah dengan khusyuk.

اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ،
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
اللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

يَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ
اِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُوْرِ، وَيَوْمُ الْمَغْفِرَةِ فَإِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ فَأَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللّٰهُ

Latin:
Yā ma‘āsyiral muslimīn wa zumratal mu’minīn raḥimakumullāh… (dst)

Makna inti:
Ajakan kepada jamaah agar mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.


Doa Bilal Saat Penyerahan kepada Khatib

Dalam beberapa tradisi, bilal juga membacakan doa sebelum khatib menyampaikan khutbah:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَانْصُرِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاخْتِمْ لَنَا بِالْخَيْرِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


Peran Bilal Saat Khutbah Berlangsung

Ketika khatib telah berada di mimbar:

  • Bilal mengumandangkan takbir pembuka

  • Membaca shalawat saat jeda antara dua khutbah

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin:
Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammad wa ‘alā āli sayyidinā Muḥammad


Penutup

Menjadi bilal dalam shalat Idul Fitri adalah amanah yang membutuhkan kesiapan, baik dari sisi penguasaan lafal, ketepatan urutan, maupun ketenangan dalam penyampaian. Dengan memahami panduan ini, diharapkan pelaksanaan shalat ‘Id dapat berlangsung lebih tertib, khusyuk, dan sesuai tuntunan.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan hari raya sebagai momentum kembali kepada kesucian.

تَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ