
Ketika “Keikhlasan” Dijadikan Alat untuk Merendahkan Pengabdian
Dalam kehidupan pesantren, terdapat sebuah fenomena yang menarik untuk direnungkan: seseorang yang aktif menjalankan berbagai kegiatan di luar jam pembelajaran, membina santri, mendampingi kegiatan, mengelola program, melatih, mengawasi, hingga mengorbankan waktu istirahat, terkadang justru mendapatkan kritik ketika mengharapkan adanya kompensasi atas aktivitas tersebut. Yang lebih problematis, kritik tersebut kadang dibungkus

