Al-Azkiya Go To Azhar: Tiga Santri Kembali Terbang ke Kairo, Melanjutkan Tradisi Alumni di Universitas Al-Azhar

Santri PPM Al-Azkiya berangkat ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir
Bagikan

ppmazkiya.com - Indragiri Hilir, Riau

Dari generasi alumni pertama hingga hari ini, jejak santri PPM Al-Azkiya menuju Universitas Al-Azhar, Kairo, terus berlanjut. Tiga di antaranya bahkan telah menyelesaikan studi dan kini kembali ke almamater untuk mengabdi sebagai guru.

Langkah besar kembali dimulai dari Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Azkiya. Pada 4 September 2026, tiga santri Al-Azkiya bertolak menuju Kairo, Mesir, untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, salah satu pusat keilmuan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia.

Keberangkatan tiga santri tersebut bukanlah perjalanan pertama dari Al-Azkiya menuju Negeri Kinanah.

Sejak generasi alumni pertama hingga generasi terbaru, dari tahun ke tahun selalu ada alumni PPM Al-Azkiya yang melanjutkan perjalanan keilmuannya ke Universitas Al-Azhar, Kairo.

Sebuah perjalanan yang perlahan tumbuh menjadi tradisi keilmuan di Al-Azkiya.

Dari Indragiri Hilir Menuju Negeri Para Ulama

Jarak antara Indragiri Hilir dan Kairo terbentang ribuan kilometer. Namun cita-cita seorang penuntut ilmu memang tidak semestinya dibatasi oleh jarak.

Di PPM Al-Azkiya, santri tidak hanya dipersiapkan untuk menyelesaikan pendidikan di bangku madrasah. Mereka ditempa melalui kehidupan pesantren, pembelajaran ilmu-ilmu agama, Bahasa Arab, kedisiplinan, kemandirian, serta pembentukan adab dan karakter.

Semua itu menjadi bekal untuk melanjutkan langkah setelah lulus.

Bagi sebagian alumni, langkah tersebut membawa mereka hingga ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Dan pada 4 September 2026, tiga santri kembali meneruskan jejak itu.

Mereka berangkat membawa harapan keluarga, doa para guru, serta nama PPM Al-Azkiya untuk menimba ilmu lebih jauh di negeri yang sejak berabad-abad menjadi salah satu tujuan para penuntut ilmu dari berbagai penjuru dunia.

Bukan Sekadar Berangkat, Mereka Juga Pulang untuk Mengabdi

Ada satu hal yang membuat perjalanan ini memiliki makna lebih dalam.

Alhamdulillah, dari alumni PPM Al-Azkiya yang sebelumnya melanjutkan pendidikan ke Al-Azhar, tiga alumni telah berhasil menyelesaikan studinya dan lulus dari Universitas Al-Azhar, Kairo.

Namun perjalanan mereka tidak berhenti pada ijazah.

Setelah bertahun-tahun menimba ilmu di Mesir, ketiganya memilih kembali ke almamater dan mengabdikan ilmunya sebagai guru di PPM Al-Azkiya.

Mereka yang dahulu duduk sebagai santri, hari ini berdiri di hadapan para santri sebagai guru.

Mereka yang dahulu menerima ilmu dari para ustadznya, kini ikut meneruskan ilmu tersebut kepada generasi berikutnya.

Inilah salah satu mata rantai pendidikan yang ingin terus dijaga Al-Azkiya:

belajar, melanjutkan pendidikan, kembali, lalu mengabdi.

Jejak yang Terus Berlanjut dari Generasi ke Generasi

Keberangkatan ke Al-Azhar bukan cerita satu angkatan dan bukan pula pencapaian sesaat.

Sejak alumni pertama hingga alumni-alumni berikutnya, setiap tahun jejak menuju Al-Azhar terus berlanjut.

Ada yang sedang mempersiapkan keberangkatan. Ada yang sedang menempuh pendidikan di Kairo. Ada pula yang telah menyelesaikan studinya dan kembali membawa ilmu untuk pesantren.

Hari ini, tiga santri kembali menjadi bagian dari estafet tersebut.

Mereka mengikuti jalan yang dahulu ditempuh kakak-kakak kelasnya. Dan kelak, insyaallah, akan ada adik-adik kelas mereka yang kembali mengikuti jalan yang sama.

Sebab bagi Al-Azkiya, keberhasilan pendidikan bukan sekadar tentang berapa banyak santri yang lulus.

Yang jauh lebih penting adalah ke mana mereka melangkah setelah lulus, ilmu apa yang mereka bawa, dan kepada siapa ilmu itu kelak mereka manfaatkan.

Hari Ini Santri Al-Azkiya, Esok Menjadi Mahasiswa Dunia

Setiap cita-cita besar selalu memiliki titik awal.

Boleh jadi hari ini seorang anak baru pertama kali memasuki gerbang pesantren, mulai belajar Bahasa Arab, menghafalkan mufradat, mempelajari Nahwu dan Shorof, serta membiasakan diri hidup mandiri.

Namun siapa yang tahu?

Beberapa tahun kemudian, anak yang sama mungkin sedang membawa koper menuju bandara, meninggalkan Indonesia, dan melanjutkan perjalanan ilmunya ke Kairo atau berbagai pusat pendidikan lainnya di dunia.

Santri dari daerah tidak harus memiliki cita-cita yang kecil.

Dengan pendidikan, lingkungan yang baik, kesungguhan, doa orang tua dan bimbingan para guru, mereka pun berhak memiliki mimpi yang besar.

Al-Azkiya Go To Azhar 🇮🇩 ✈️ 🇪🇬

4 September 2026 menjadi satu lagi tanggal yang tercatat dalam perjalanan panjang keluarga besar PPM Al-Azkiya.

Tiga santri kembali berangkat menuju Universitas Al-Azhar.

Di Kairo, para senior mereka telah lebih dahulu menapaki jalan keilmuan.

Dan di Al-Azkiya, tiga alumni Al-Azhar yang telah menyelesaikan studinya kini telah kembali dan mengabdi sebagai guru, mendidik generasi yang mungkin beberapa tahun mendatang akan mengikuti jejak mereka.

Sebuah estafet ilmu yang terus berjalan:

Dari Al-Azkiya menuju Al-Azhar.
Dari Al-Azhar kembali ke Al-Azkiya.
Dari pesantren, untuk umat.

Mari Menjadi Bagian dari Perjalanan Ini

Bagi Ayah dan Bunda yang menginginkan putra-putrinya tumbuh dalam lingkungan pesantren, mendalami ilmu agama, membangun kemampuan Bahasa Arab, belajar hidup mandiri, serta berani memiliki cita-cita yang lebih luas, PPM Al-Azkiya membuka jalan itu sejak dari bangku pesantren.

Kami tidak menjanjikan setiap santri harus menuju tempat yang sama.

Namun kami ingin setiap santri memiliki bekal, keberanian, karakter dan cita-cita untuk melangkah sejauh kemampuan terbaiknya.

Hari ini mereka belajar di Al-Azkiya.

Esok, siapa tahu giliran putra-putri Anda yang melanjutkan langkah ke Al-Azhar dan berbagai penjuru dunia.

PPM AL-AZKIYA
Dari Pesantren, Menyiapkan Generasi untuk Dunia.