ppmazkiya.com - Indragiri Hilir, Riau
Alhamdulillāh, prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya. Zahra Tusifa, santri Kelas 12 Takhossus, berhasil meraih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Provinsi Riau dengan nilai 90,67 dan berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat Nasional.
Prestasi tersebut diraih, Sabtu, 29 Agustus 2026, di Pekanbaru, dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 Tingkat Provinsi Riau yang mempertemukan peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah di Provinsi Riau.
Bagi PPM Al-Azkiya dan Kabupaten Indragiri Hilir, pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri. Zahra telah membawa nama pondok pesantren dan daerahnya tampil di panggung kompetisi Bahasa Arab tingkat provinsi.
🥈 Juara 2 dengan Nilai 90,67
Dalam kompetisi tersebut, Zahra Tusifa berhasil memperoleh nilai 90,67 dan menempati posisi Juara 2 Tingkat Provinsi Riau.
Hasil ini sekaligus menjadi tiket bagi Zahra untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat Nasional.
Pencapaian tersebut tentu bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Ada proses panjang yang telah dilalui, ada waktu yang dikorbankan, ada latihan yang berulang-ulang, dan ada doa yang terus dipanjatkan.
Di balik sebuah piala, selalu ada perjuangan yang tidak terlihat.
Dan perjalanan Zahra adalah salah satunya.
🌱 Dari Daerah dengan Segala Keterbatasan
Kisah Zahra menjadi semakin istimewa karena ia berasal dari daerah yang jauh dari pusat kota, yaitu Desa Pulau Kecil, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir dengan kondisi keluarga yang sederhana dan memiliki keterbatasan secara ekonomi.
Namun, keterbatasan tidak membuatnya berhenti bermimpi.
Justru dari tempat yang mungkin tidak memiliki sebanyak fasilitas yang tersedia di kota-kota besar, Zahra menunjukkan bahwa potensi seorang anak tidak ditentukan oleh tempat ia dilahirkan maupun kondisi ekonominya.
Kesempatan untuk belajar, kemauan untuk berjuang, bimbingan guru, dukungan orang tua, dan doa yang terus mengiringi langkahnya telah menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.
Zahra membuktikan bahwa anak dari daerah pun mampu bersaing dan berprestasi di tingkat Provinsi Riau, bahkan kini mendapatkan kesempatan untuk melangkah ke tingkat Nasional.
لَيْسَ الْمَهْمُ مِنْ أَيْنَ أَنْتَ، بَلْ إِلَى أَيْنَ تَسِيرُ
“Yang terpenting bukan dari mana engkau berasal, tetapi ke mana engkau melangkah.”
📚 Pernah Menempuh Diklat Nahwu-Shorof Selama Satu Tahun
Kemampuan Bahasa Arab yang dimiliki Zahra juga tidak lahir dalam waktu singkat.
Salah satu bagian penting dalam perjalanan keilmuannya adalah ketika Zahra menempuh pendidikan/diklat Nahwu dan Shorof selama satu tahun di Pesantren Darunnuhat, Lamongan, Jawa Timur.
Selama satu tahun tersebut, ia mendapatkan kesempatan untuk memperdalam ilmu dasar dan struktur Bahasa Arab, khususnya Nahwu dan Shorof, yang menjadi salah satu fondasi penting dalam memahami Bahasa Arab dengan baik.
Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga yang kemudian terus dikembangkan selama belajar di PPM Al-Azkiya.
Perjalanan ini kembali mengajarkan satu hal:
Prestasi bukanlah hasil dari proses yang instan. Prestasi adalah buah dari perjalanan panjang yang dijalani dengan kesungguhan.
Dari Al-Azkiya untuk Nasional
Hari ini, Zahra telah menyelesaikan satu tahap perjuangannya.
Juara 2 Tingkat Provinsi Riau dengan nilai 90,67.
Namun, perjalanan belum berakhir.
Justru setelah ini tantangan yang lebih besar menanti. Zahra akan membawa nama PPM Al-Azkiya dan Kabupaten Indragiri Hilir untuk berjuang di tingkat Nasional.
Dari pelosok Indragiri Hilir, ia kini melangkah menuju panggung yang lebih luas.
Dan kisah ini menjadi pesan penting bagi seluruh santri:
Jangan biarkan keterbatasan menentukan seberapa tinggi impianmu.
Tidak harus lahir di kota besar untuk memiliki cita-cita besar.
Tidak harus berasal dari keluarga berada untuk menjadi juara.
Tidak harus memiliki segala sesuatu sejak awal untuk mencapai sesuatu yang besar.
Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk memulai, kesungguhan untuk berproses, kesabaran untuk bertahan, dan keberanian untuk terus mencoba.
🌟 Sebuah Inspirasi untuk Santri Al-Azkiya
Kisah Zahra bukan hanya tentang sebuah medali dan piala.
Lebih dari itu, kisah ini adalah tentang harapan.
Harapan bahwa setiap santri, dari mana pun ia berasal, memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mengukir prestasi.
Semoga keberhasilan Zahra menjadi motivasi bagi seluruh santri PPM Al-Azkiya untuk tidak takut bermimpi.
Jika Zahra yang berasal dari daerah dengan segala keterbatasannya mampu berdiri sebagai Juara 2 Tingkat Provinsi Riau, maka santri-santri Al-Azkiya lainnya pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengukir prestasi di bidang masing-masing.
Teruslah belajar. Jangan takut bermimpi. Jangan menyerah hanya karena keadaan.
Karena terkadang, Allah menyimpan prestasi yang luar biasa di balik perjuangan yang sederhana.
🤲 Doa untuk Perjuangan di Tingkat Nasional
Keluarga besar Pondok Pesantren Modern Al-Azkiya mengucapkan:
بارك الله فيكِ يا زهرا، ووفّقكِ الله في المسابقة الوطنية
“Semoga Allah memberkahimu, Zahra, dan memberikan kesuksesan dalam kompetisi tingkat Nasional.”
Semoga Allah memberikan kesehatan, kemudahan, ketenangan, dan kemampuan terbaik kepada Zahra dalam mempersiapkan diri menghadapi tingkat Nasional.
Terima kasih kepada para pembimbing, guru, orang tua, dan seluruh pihak yang telah mendampingi, membimbing, mendukung, dan mendoakan perjuangan Zahra.
Semoga langkah kecil dari Al-Azkiya ini menjadi awal dari prestasi-prestasi yang lebih besar di masa yang akan datang.
🏆 TAHNIAH, ZAHRA TUSIFA!
🥈 Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9
Tingkat Provinsi Riau – 2026
Nilai: 90,67
🎓 Kelas 12 Takhossus PPM Al-Azkiya
📍 Pekanbaru, 29 Agustus 2026
🇮🇩 Lanjut ke Tingkat Nasional
مَنْ جَدَّ وَجَدَ، وَمَنْ زَرَعَ حَصَدَ
“Barang siapa bersungguh-sungguh, ia akan berhasil. Barang siapa menanam, ia akan memanen.”
Dari pelosok Indragiri Hilir, menuju panggung Nasional.



